Teknik Dasar Lari

5 Teknik Dasar Lari Jarak Pendek Bagi Atlet, Harus Kamu Tahu !

Lari jarak pendek merupakan salah satu cabang olahraga tertua yang dikenal bahkan sejak olimpiade di masa Yunani Kuno. Setiap atlet cabang olahraga ini harus menguasai teknik dasar lari jarak pendek untuk mampu menunjukkan performa maksimal. Tujuan yang ingin dicapai adalah menyelesaikan sebuah track dengan waktu sesingkat mungkin.

Baca Juga : 6 Klub Sepak Bola Terkaya di Dunia Beserta Jumlah Kekayaannya

Dalam olimpiade terdapat tiga pilihan track yaitu 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Seorang pelari jarak pendek harus dapat memanfaatkan metabolisme enzim fosfokreatin di dalam ototnya secara maksimal. Hingga saat ini rekor pelari tercepat dipegang oleh Usain Bolt yang menyelesaikan track 100 meter dalam waktu 9,58 detik.

5 Dasar yang Perlu Dikuasai Teknik Dasar Lari Jarak Pendek

Seperti telah dijelaskan dalam bagian sebelumnya, kecepatan merupakan kunci penting bagi seorang pelari. Pelari jarak pendek atau sprinter harus bisa memaksimalkan dinamika geraknya untuk menyelesaikan track dalam waktu cepat. Teknik-teknik berikut merupakan fondasi yang harus dimatangkan oleh atlet untuk mencapai tujuan tersebut:

1. Awalan Lari

Teknik Dasar Lari

Awalan lari yang baik merupakan sebuah teknik dasar lari jarak pendek yang wajib dipahami pelari. Bagian awal lari ternyata sangat penting untuk membangun momentum seorang pelari. Karena track yang harus diarungi cukup pendek, pelari harus mencapai kecepatan maksimum dalam waktu lebih singkat. Awalan yang baik akan membantu hal ini.

Secara umum, dikenal dua bentuk awalan yaitu berdiri dan jongkok. Bentuk awalan berdiri tidak lazim digunakan untuk lari dengan track pendek. Awalan jongkok dianggap mampu menghasilkan momentum yang lebih besar. Ada tiga macam awalan jongkok yaitu dengan empat tumpuan, tiga tumpuan, dan menggunakan block.

Awalan dengan empat tumpuan dan tiga tumpuan dilakukan dengan jongkok tanpa menggunakan block. Yang membedakan adalah tumpuan tangannya. Pada awalan tiga tumpuan, hanya satu tangan yang menyentuh permukaan tanah. Block merupakan alat yang mengatur kaki pada posisi awalan jongkok. Alat tersebut mencegah pelari terpeleset saat awalan lari.

2. Postur Tubuh

Teknik Dasar Lari

Teknik dasar lari jarak pendek lain yang perlu diasah adalah postur tubuh di dalam berbagai tahapan lari. Mungkin banyak orang tidak menyadari bahwa postur tubuh mempengaruhi dinamika gerak seseorang. Dengan postur tubuh yang sesuai seorang pelari akan mampu mencapai kecepatan lari yang optimal guna memenangkan perlombaan.

Postur yang ideal untuk mempraktikkan olahraga ini adalah postur tubuh yang vertikal dan memanjang. Justru ketika tubuh membungkuk atau condong ke depan, dinamika gerak yang terjadi tidak akan optimal. Selain itu, tingkat kekakuan badan juga harus diatur dengan baik oleh pelari. Badan yang terlalu lentur justru akan mengurangi gaya.

Olahraga lari memanfaatkan momentum yang dibuat tubuh bagian atas dengan udara dan juga pijakan kaki. Kekuatan pijakan kaki pelari akan menentukan besar gaya yang mendorongnya ke depan. Gaya besar hanya bisa didapatkan jika punggung pelari dalam kondisi lurus. Ha tersebut akan membuat tarikan gravitasi lebih stabil.

3. Percepatan Langkah atau Akselerasi

Teknik Dasar Lari

Akselerasi merupakan sebuah aktivitas di mana seseorang melakukan percepatan langkah dari awalan. Percepatan langkah akan terjadi seiring dengan panjangnya track yang dilalui. Namun, manusia memiliki keterbatasan tubuh. Akselerasi pada akhirnya akan mencapai titik di mana kecepatan lari sudah tidak bisa ditambah lagi. Hal ini berarti pelari mencapai top-end speed.

Seorang pelari harus mempelajari teknik dasar lari jarak pendek berupa akselerasi yang baik. Poin penting yang harus diingat dalam melakukan akselerasi adalah memastikan bahwa pijakan kaki memproduksi gaya yang optimal. Untuk mendukung terjadinya akselerasi, postur tubuh harus condong ke depan dan pelari perlu berkonsentrasi penuh.

Ada dua bentuk latihan yang disarankan untuk memantapkan teknik dasar ini. Latihan pertama adalah resisted sprinting. Dalam latihan ini seorang pelari akan menempuh track pendek (5 sampai 30 meter) dengan beban berat yang menghadang di depannya. Latihan kedua adalah three-step burst. Latihan ini mengajarkan pelari untuk melatih mekanika larinya.

4. Perlambatan Langkah

Teknik Dasar Lari

Meskipun percepatan langkah dianggap lebih penting, perlambatan langkah dalam lari cepat juga aspek yang krusial. Ketika seseorang sedang berlari dengan kecepatan yang sangat tinggi, sangat sulit untuk mengontrol diri agar mampu berhenti. Jika perlambatan tidak dilakukan dengan berhati-hati, hal ini bisa jadi berbahaya untuk atlet.

Selain itu, bisa jadi seorang pelari harus menempuh sebuah medan yang berbelok dalam track. Jika dalam belokan pelari tidak mampu mengontrol laju larinya dengan efektif, ia bisa keluar dari lintasan. Pelari pun sesungguhnya melakukan perlambatan saat mulai mendekati garis final. Idealnya, perlambatan ini harus diminimalkan.

Untuk melatih teknik dasar lari jarak pendek ini, sangat penting jika pemain memahami mekanika ideal. Proses perlambatan yang baik melibatkan posisi siku dan lutut tertentu. Lengan dan kaki harus bergerak bersamaan dengan kondisi kaki kiri paralel dengan lengan kanan dan sebaliknya. Lari cepat dengan berganti arah merupakan latihan yang baik.

5. Pernapasan

Teknik Dasar Lari

Teknik Dasar Lari Saat berlari dengan kecepatan tinggi, otot-otot tubuh bekerja dengan ekstra. Di saat seperti ini, bernapas menjadi hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Seorang pelari jarak pendek harus memiliki kesadaran penuh akan pernapasan yang dilakukannya. Hal ini akan membuat aktivitas bernapas menjadi sesuatu yang efektif.

Cara bernapas dalam cabang olahraga ini idealnya adalah menggunakan hidung dan mulut secara sinergis. Teknik pernapasan perut merupakan hal yang sangat disarankan karena memberikan pasokan oksigen dalam jumlah lebih besar saat seseorang berlari. Dampaknya adalah seorang pelari mampu berlari dengan lebih cepat dan tidak mudah mengalami kelelahan.

Jika ingin melatih teknik dasar lari jarak pendek ini, latihan mindfulness merupakan cara yang bermanfaat. Di dalam latihan tersebut, pelari akan berusaha membangun sinkronisasi antara pernapasan dan gerak kaki dan tangan. Latihan ini akan membuat bernapas dalam lari menjadi sebuah hal yang hampir naluriah.

Kegunaan Mempelajari Teknik Dasar Bagi Atlet

Penjelasan mengenai teknik-teknik tersebut menunjukkan manfaatnya di dalam meningkatkan performansi seorang pelari. Pelari yang mempelajari Teknik Dasar Lari jarak pendek akan mampu mengembangkan potensinya untuk berlari cepat dengan lebih baik. Mereka dapat mengembangkan dasar yang sudah ada di dalam karir ke depannya.

Akan tetapi, ada kegunaan lain yang dapat diperoleh melalui penguasaan akan teknik dasar lari jarak pendek. Sebuah studi menunjukkan bahwa 90% pelari profesional akan mengalami cedera, namun tingkat risiko menjadi lebih tinggi pada kasus tertentu. Jika pelari mengetahui teknik dasar dan mekanika lari, risiko tersebut bisa ditekan dampaknya.

Satu hal yang dianggap bertanggung jawab dalam menyebabkan cedera adalah tekanan berlebihan antara kaki dengan permukaan tanah. Teknik Dasar Lari seperti percepatan, perlambatan, dan postur mengajarkan pelari untuk mengontrol hal tersebut dengan lebih optimal. Ketika hal tersebut dilakukan dengan baik, maka pelari tidak akan rentan terhadap cedera.

Jika kalian mencari artikel tentang Perbedaan Bengkel Mobil Matic Umum, Resmi dan Spesialis kalian bisa membaca artikel ini https://51ststatetavern.com/perbedaan-bengkel-mobil-matic-umum/ .

Lari jarak pendek merupakan sebuah cabang olahraga yang cukup menuntut kemampuan fisik dari atletnya. Performansi dihitung dari seberapa cepat pelari mampu menyelesaikan track. Untuk menjamin optimalisasi performansi lari, terdapat beberapa teknik mendasar yang harus dipahami dan dipraktikkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *